Mencintai Diri Sendiri

Kuraba seluruh wajahku, astaga ada yang muncul benjolan yang sangat perih jika dipencet. Astaga!!! Ternyata ada beberapa ‘makhluk’ yang senang hinggap diwajahku yang cantik ini. Oh tidak..apa salahku?! Knapa harus aku yang mendapatinya

Banyak yang kucoba resep dari orang-orang agar wajahku itu kembali bersih. Tapi ternyata gak segampang yang gue pikirin. Butuh ketelatenan, dan kesabaran dalam membersihkan tubuhku ini. Karena tubuh kita ini adalah titipan dari ALLAH yang harus kita jaga. Gue jadi teringat bahwa selama ini gue gak pernah merawat yang harusnya gue jaga. Akhirnya tubuh gue menjadi kusam. Gue jadi malu sendiri ma yang menciptakan kita.

Ada penyebab lagi yang menyebabkan gue jadi bertampang aneh. Yaitu gue kadang emosional kadang melucu. Gue termasuk tipe yang pemalas. Pulang sekolah sampe sore membuat gue jadi males mandi. Akibatnya badanpun jadi gatal dan bau. Masak cewek kalah ma cowok?! Malu-malu’in cowok atuh! Gue takut ma yang namanya air. Jadi kadang setiap kali mandi ‘tu slalu lama banget bikin orang serumah marah.

Gue berusaha menahan emosional gue. Gue berusaha jadi anak baik-baik, jadi anak kebanggaan orang tua. Maklum gue adalah anak pertama dan cewek satu-satunya di keluarga ini. Karena jika emosi, wajah tentu akan berkerut. Nah, jika keterusan wajah pun akan semakin jelek alias jadi tua. Tentu kita tak mau cepet tua khan?! Solusinya adalah sabar dan banyak tertawa. Karena tertawa, wajah pun akan semakin melebar dan kita makin cantik. Tawa adalah hiburan bagi semua orang baik orang yang tekena penyakit. Ada orang yang terkena kanker semangatnya redup, tapi jika dihibur dengan guyonan lucu tentu membuat mereka lupa akan penyakitnya. Dan pengobatan yang dijalaninya pun jadi sukses. Semua itu tergantung orang-orang di sekitarnya yang mau menyemangatinya untuk terus hidup.
“kesehatan tidak hanya berarti tidak adanya penyakit, tetapi kebahagiaan dan rasa syukur dari dalam, yang mengendap dalam waktu yang lama”

Gue terkadang merasa tidak berguna, tapi ada orang lain yang peduli ma gue dan ia bilang,” Elo tuch cantik banget. Penampilan elo pun biasa, apa adanya. Gue jadi salut ma elo. Elo selalu suka sapa dan senyum bikin hati gue terhibur di saat gue ada masalah. Kadang elo gak nyadar klo banyak orang yang suka ma elo. Elo tuch lucu suka mbayolan. Tapi ramah banget! Dan satu lagi elo makin cantik tiap hari…”

Wow! Benarkah gue makin cantik seperti yang diomongin banyak orang? Gue jadi mesem-mesem karena malu dipuji banyak orang. Memang ciri khasnya gue itu suka senyum, walau gue bermasalah pun gue gak pernah keliatan, yang keliatan itu senyumnya aja…Jadi banyak orang yang gak tau perasaan gue yang sebenarnya. Karena gue gak pengin orang yang ada disekitar gue jadi terlibat dalam kehidupan gue. Gue pengin liat orang lain bahagia. Damai..🙂

Hari ini aku makin cantik karenanya. Bisa mengontrol semua emosi, pikiran, dan perasaan sehingga bisa mengatasi diri sendiri. Dan ketika aku melakukannya adalah pencapaian terbesar dalam hidupku. Hidup kadang tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Jadi melewati hal yang tidak menyenangkan adalah sebuah hal yang membahagiakan
Gue sadar, betapa banyak yang harus gue syukuri. Selama ini gue kadang gak menerima diri gue apa adanya. Gue jadi makin ngerti apa arti hidup yang sebenarnya buat gue? Yang tau hanya ada orang memuji dan ada yang mengejek. Gue jadi makin bangga apa yang gue miliki. Karena tidak semua orang yang mempunyai tubuh yang sempurna ini

“Mungkin gue yang sekarang masih belum sebaik orang pada umumnya. Mungkin gue yang sekarang belum sebaik manusia muslim sesunguhnya. Namun, gue tau bahwa gue yang sekarang adalah gue yang lebih baik dari sebelumnya. Gue bangga karena untuk menjadi gue yang sekarang kulewati hidup penuh air mata. Gue bangga dengan diri gue yang sekarang, karena gue telah menempuh prosesnya”

Jika tidak ada yang mencintaimu kini, bisa jadi itu karena engkaupun bahkan tidak mencintai dirimu sendiri. Oleh karena itu, cintailah dirimu sendiri karena dari sana engkau akan bisa mencintai dan dicintai orang lain

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s