Say “I love U”

   Dek sayang, gimana kabar’e? Ntar klo’ mas libur, mas mau mampir kerumah, adek jangan nakal ya?

 Sayang uda makan belum? Klo’ belum cepet makan ya, nak! Biar cepet gemuk. Oke mama rapat kerja dulu ya?

 

Nah, diatas tersebut itu adalah percakapan gue ketika gue telefon ma kakak gue dan antara juga gue dan nyokap gue dengan ungkapan kasih sayangnya. Kadang gue agak risih dengan ungkapan tersebut. Tapi lama-lama terbiasa juga. Baru gue sadari, ternyata ‘cinta’ dalam islam pun ada haditsnya dan bahkan juga termasuk sunnah-Nya.

 

Nah Kawan, kini jawablah pertanyaanku.

Kawan, saat engkau bangun pagi ini, sudahkah engkau katakan cinta bagi orang-orang terdekat: istri atau suami? Ibu, bapak, kakek, nenek, adik, kakak, dan kerabatmu?

Belum, mungkin itu jawabmu karena dikeluargamu tak ada budaya mengatakan ‘cinta’ sehingga ‘kagok’ terasa bila harus mengungkapkannya.

Kawan, saat bertemu dengan para sahabat hari ini, sudahkah engkau sampaikan cinta bagi mereka? Semua orang dekat, baik karena darah maupun pertalian akidah?

Tak biasa! Barangkali demikian engkau bilang. Toh, obrolan dan jalan bersama sudah menunjukkan cinta sehingga ia tak harus diuntai dengan kata. Sementara, sikap dan perhatian lebih menunjukkan rasa yang engkau punya untuk mereka.

 

Dengarlah sabda rosul.

Dari Abu Karimah Al-Miqdad bin Ma’dikariba r.a., dari Nabi saw, beliau bersabda,”Apabila seseorang mencintai saudaranya, beritahukanlah kepadanya bahwa ia mencintainya” (HR. Abu Daud)

 

Kawan, pernahkah engkau mengunjungi kerabat, saudara, dan sahabat hanya karena engkau ingin mengunjunginya? Semata karena ingin menjalin tali cinta?  

Tidak sempat. Bisa jadi seperti itu alasanmu. Terlalu banyak pekerjaan dan urusan yang tak mungkin ditingglkan.

Kawan, pernahkah engkau menelefon untuk sekadar bersilaturrahmi? Sekadar menyapa, mendengar suara di seberangsana, dan menanyakan kabarnya?

Ah, tak terpikirkan. Dapat pula itu ungkapmu. Sedang masih banyak nomor terkait kewajiban menunggu untuk dihubungi.

 

Dengarlah sabda Rosul.

Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw., beliau bersabda, “Sesungguhnya ada seseorang akan berkunjung ke tempat saudaranya yang berada di desa lain, kemudian Allah SWT. mengutus malaikat untuk mengujinya. Setelah malaikat itu berjumpa dengannya, ia bertanya, ‘Hendak kemanakah kamu?’ Ia menjawab, ‘Saya akan berkunjung ke tempat saudaraku yang berada di desa itu?.’ Malaikat bertanya lagi,’Apakah kamu merasa berutang budi padanya sehingga merasa perlu mengunjunginya?’ Laki-laki itu menjawab, ‘Tidak. Aku mengunjunginya semata karena aku mencintainya karena Allah SWT.’ Malaikat kemudian berkata, ’Sesungguhnya saya adalah utusan Allah untuk menjumpaimu dan Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu karena Allah’ “. (HR. Muslim)

 

Kawan, sudahkah engkau jabat tangan saudaramu ketika bertemu? Sudahkah engkau peluk keluargamu hari ini?

Pasti, Seperti itu barangkali yang engkau sampaikan karena itu telah menjadi kebiasaan masyarakat.

Bukan, sahabat! Karena ia adalah sesuatu yang di-sunnahkan, menjadi penggugur dosa para pelakunya, mewujudkan cinta para pengunjungnya. Semoga berita yang dibawa sahabat dari sang pembawa risalah meneguhkanmu.

 

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Nabi SAW. mencium Al-Hasan bin Ali r.a., kemudian Aqra’ bin Habis berkata, ,Sesungguhnya saya memiliki sepuluh anak, tetapi saya tidak pernah mencium seorangpun dari mereka’. Maka Nabi SAW. bersabda, ‘Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak akan dikasihi’. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Dari Al-Barra’ r.a., ia berkata, “Rasulullah SAW. bersabda, ‘Dua orang islam yang bertemu kemudian mereka berjabat tangan maka dosa kedua orang tersebut diampuni sebelum keduanya berpisah’ “. (HR. Abu Dawud)

 

Jadi kawan, mengatakan cinta bukanlah tabu, bahkan ia disunnahkan Al-Musthofa. Engkau tidak harus romantis untuk melakukannya. Engkau tidak usah malu dan merasa sudah bukan masanya karena cinta tidak mengenal usia. Bolehlah ia diungkap oleh anak kepada bapak ibunya, ayah bunda pada anaknya, keponakan kepada kerabatnya, seseorang kepada sahabatnya. Terlebih bagi pasangan hidupnya, karena cinta adalah bahasa dunia.

 

Oleh karena itu, apa yang menghalangimu mengatakan, “I love You” hari ini dan menunjukkan kasih sayang pada semua keluarga, saudara, kerabat, dan sahabat?

 

 

 

*Semua kalimat ini dipinjam dari buku ‘hari ini aku makin cantik’ *

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s