Takuut

Sekarang gue uda kelas nine jadi gue harus ekstra belajarnya.  Sebenarnya gue agak deg-degan, karena takut apa yang bakal terjadi didepan mataku. Begitu cepatnya waktu itu berputar hingga tak gue sadari, bahwa jalan inilah yang harus gue tempuh.

Kadang gue menangis dihati, gue sebenarnya susah buat nangis. Seperti gak da yang perlu gue tangisi. Tapi ya begitulah gue. Gue ingat, orang tua gue pengin gue jadi cewek yang kuat. Gak gampang cengengan. Jadilah gue yang seperti yang sekarang ini. Ada masalah gue diam, melupakan semua masalah yang ada. Kadang masalah itu harus diselesaikan.

Gue tahu, semenjak gue duduk dibangku kelas nine ini gue jadi aneh. Sering terlambat datang kesekolah. Setiap apa yang ditanyakan oleh para ustad-ustadzah napa gue telat, gue malah diam. Gue gak mau menuduh siapa-siapa. Gue berusaha menjelaskan, tapi toh ya percuma saja. Gue sebenarnya berusaha lebih pagi. Tapi harus bareng adek gue. Adek gue si Ragil ini manjanya minta ampun. Maunya permintaan ini harus dituruti. Gue coba lebih sabar. Gue uda kasih pengertian ke adek gue dan nyokap gue. Tapi nyokap gue malah terserah adek gue. Daripada adek gue marah-marah dan gak mau sekolah, ya mending saja diam.

Gue uda capek terhadap semuanya. Kadang bonyok gue nyuruh gue bawa motor sekalian ke sekolah, tapi gue gak mau karena dilarang oleh sekolah. Sebenarnya gue pengin sih, tapi ya harus aku patuhi aturan sekolah. Klow gak ada yang anter tapi ada motornya, gue jadi bingung sendiri. mau dianter siapa? Jadi gue pengin bolos sekolah. karena pikiran gue uda buntu. Gak ada jalan lain yang harus gue hindari masalah. Malah masalah itulah yang harus gue selesaikan.  

Aduuh capeknya dikelas nine ini. Pokoknya cuapekkk. Banyak remidi. Anjlok nilainya. Semakin gue tidak mengerti pelajaran, gue semakin malas untuk mengerjakan suatu tugas atau mengerjakan soal. 

Dan satu lagi, gue seperti temen gue. Gue tau, gue mampu lakuin semua hal. Tapi yang menghalangi gue adalah ketakutan. Ya! Ketakutan. Karena kalian tahu khan? gue sekarang uda kelas nine jadi gue harus fokus sama belajarnya. Bukan untuk siapa-siapa. Yang gue takuti adalah Unas. Ya begitulah gue. Gue sebenarnya seneng banget bisa masuk SMA, tapi kadang takut juga.  Gue gak tahu napa gue harus takut masuk SMA? Yang harus gue nikmati? 

Gue sering mimpi buruk. Apa? Takut gak lulus Unas! Aww!! Gue harus perbanyak ibadah, berdo’a dan sering giat tekun belajar. Bukan karena siapa-siapa, tapi untuk diri gue sendiri. Moga saja Allah mau mendengar do’aku…

Ya Robbi..berikanlah Hamba kekuatan untuk bisa menghadapi masa depanku yang begitu cepatnya berlalu. dan berikanlah gue ilmu yang bermanfaat. Ya Allah, Ya Robbi…maafkanlah semua atas dosaku yang pernah gue lakukan. Baik terhadap orang tua, guru, maupun teman. Berilah Hamba kesabaran atas kehidupan gue ini agar gue bisa menjalaninya dengan tabah. Ya Rabbi..hanya Engkaulah hamba sembah dan meminta pertolongan. Maka ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu gue kecil. Ya Allah, ya Tuhan kami, hanya Engkaulah yang bisa mendengarkan doa kami, maka kabulkanlah doa hamba ini Ya Allah..  Amin.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s