Perjalanan menuju SMA

Hay smua,,

Maaf lama gak pernah posting belakangan ini aku sibuukk banget, kalo uda sibuk jd mualess bgt posting cerita hehehe,,,

Aku sekarang kan uda kelas 12, alias kelas 3 SMA. Aku sekolah di SMA swasta yang bernama “SMAMDA”, singkatannya SMA MUHAMMADIYAH 2 PUCANG sby. Harian sekolahku sama seperti waktu SMP dulu, Cuma lebih berat masa SMP, meskipun tidak di suruh bikin yang lebih memeras otak, tapi di SMP beratnya ya harus hafalan qur’an. Paling nggak harus hafal juz 29 dan 30. Maklum lah otakku pas-pas’an hehehe. Tapi yang namanya sekolah itu kadang berat ato gak, tergantung orang yang ngejalaninnya. Ikhlas tidak, begitu.
***

Aku inget banget awal mencari sekolah SMA itu susahnya minta ampun, banyangkan hanya dengan bekal NEM 29.30 mana bisa aku bisa tembus sekolah negeri. Disana aku gak punya planning apa-apa, mau masuk SMA mana, mau di masukkan SMAMDA aku aja gak mau. Aku pengin sekolah di luar kota, maksud hati ingin mandiri, daftar di MAN3malang, ternyata tidak keterima. Aku nangis sejadi-jadinya. Aku gak tau harus masuk kamana lagi selain SMAMDA. Aku pun meratap bersama sahabat-sahabatku, mereka juga senasib denganku.

Mencoba mencari lagi di pondok, aku cari di bangil. Malam itu, aku ke rumah pengasuh, bertanya tentang pondok itu. Tapi disana aku gak nyaman soalnya pengasuhnya ngerokok. Jadi aku gak mau di situ. Karena gak mau, dan masa tahun ajaran uda di mulai, mau gak mau aku terpaksa masuk di SMAMDA dengan setengah hati. Bimbang, dan pikaranku gamang..

Di SMA ini, perjalananku tak selalu berjalan mulus, selalu banyak hambatan. Entah hambatan karena komunikasi. Aku memang adaptasinya susah, di awal mereka buaiikk tapi setelah tau kekuranganku, entah knapa mereka tiba-tiba menjauh. Tapi dasarnya, aku cuek saja daripada mikir gak jelas, yang penting meskipun temen-temen gak peduli aku sebagaimana adanya, tapi sahabat-sahabatku tetep ada untuk selamanya. So, aku gak ngerasa sendiri.

Pernah aku gak masuk karena pusing dengan sikap temen-temen yang berubah drastis, aku selalu memikirkannya. Tapi berkat sahabatku, aku jadi orang yang tangguh, berani melawan arus badai dan ombak. Aku berusaha menjadi yang terbaik diantara semuanya. Aku belajar dari sahabat-sahabatku, mulai bagaimana jika ada masalah, dan sebagainya. Aku merasa bersyukur memiliki sahabat terbaik seperti mereka, semoga Allah lah yang membalas semua. ***

4 thoughts on “Perjalanan menuju SMA

  1. Wah, bagus banget Nis tulisanmu, bikin tulisan yang banyak nis kayak nulis di buku harian. ntar bisa jadi kaya oki setiana dewi, yang hobi nulis catatan harian. eh, sekarang dah bisa bikin buku (melukis pelangi-catatan hati oki setiana dewi). selain bisa menyalurkan hobi menulis, bisa juga menginspirasi banyak orang. ok, tetep semangat ya, tak tunggu postingan selanjutnya….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s