Menjadi anak LDK itu..

ehhmm, setelah aku kuliah disini. Banyak sekali godaan-godaan, terutama keimanan. gatau kenapa setiap kali aku pulang ke Surabaya, ibu saya selalu bertanya, “kamu ikut pengajian gak?” selalu ditanyain begini begitu. Percakapan beliau selalu pelik, bahkan aku gak bisa lari dari perkataan beliau kecuali menutup telinga rapat-rapat, alias masuk kanan, keluar kiri😀

A: aku | B: ibu

#masalah aurat
B: Nisa, mama merhatiin, di bb (blackberry) kok kamu masang foto gak pake jilbab?
A: … (diam aja)
B: kamu itu jangan sembarangan masang foto yang nampilin aurat.
A: iyaa (sambil megang hape)
B: udah kamu ganti foto yang pake jilbab lah, gak pantes perempuan gitu.
A: yaa (tetep megang hape)

#masalah agama
B: Nisa kamu ikut pengajian gak?
A: gak ma
B: lho opo’o?? (nadanya naik)
A: gapapa
B: emang disana ga ada ta?
A: ada
B: trus kenapa kamu gak ikut?
A: males
B: gak oleh ngunu! (kayaknya mama lg emosi)
A: lha opo’o seeh
B: belajar agama itu penting Sa!
A: aku lo wes ngerti, ngaji gak harus pengajian, bisa dimana aja!
B: iyaa tapi baiknya kamu ikut itu, biar lebih faham, dan bisa ketemu teman-teman seiman. saling bersilaturrahmi.
A: … (diam aja sambil berlalu)

Ya itulah setiap kali aku pulang pertanyaan beliau selalu sama, sampai-sampai aku bosan karenanya. Akhirnya aku ikuti apa kata beliau. Dan pas semester 2 aku belum daftar tapi uda ikut rihlah di Lembang bersama anak-anak rohis lainnya se-YPT (yayasan pendidikan telkom). Okelah, di semester 1 belum jalan, baru semester 2 daftar tapi masi harus merangkak. Ternyata rohis yang aku masuki itu baru berjalan, cuma lambat, jadi aku gatau info-infonya. ya gitulah mrotol-mrotol (lepas perlahan-lahan) anggotanya, karena sibuk lah atau apalah, entahlah aku tak tauu.

Pertama kali masuk itu pas kajian, baru masuk aja kajiannya uda tentang nikah. duh bosan, dimana-mana tentang nikah mulu. Ntar ketularan jadinya wkwk. Baru masuk rohis ini, anggotanya uda kayak keluarga, saling menguatkan satu sama lain. Apalagi orang macam aku, yang imannya kadang naik turun. Masuk rohis itu gak gampang, harus siap menanggung amanah. ya apa yang telah kita pelajari harus kita amalkan. Awalnya sih sulit, karena begitu banyak godaan-godaan, terutama aku orang yang tomboy tuh gimanaa gitu. hahhaaa

Setelah masuk rohis, banyak sekali pengalaman-pengalaman yang tak pernah aku dapatkan di tempat lain. Belajar amanah, pererat ukhuwah, daan banyak lagi. Jadi intinya, aku ikut itu jadi inget masaku jaman SMP. SMP-ku dulu udah kayak keluarga, jadi yah sesuatu sekali kalo masuk itu😀 Semoga aku tetep selalu istiqamah apapun godaannya. Bismillaah, aku KUAT!😀😀

Awalnya terpaksa, sekarang ikhlas. Ternyata apa yang beliau suruh itu demi kebaikan anak-anaknya. Dan aku baru menyadari itu, bahwa orangtua itu gak akan ngebiarin anaknya sesat di dunia. Dan orangtua itu ingin anak-anaknya jadi anak yang sholeh-sholehah. yah alhamdulillah lah punya orang tua yang sabar ngadepin anaknya macam aku, Semoga Allah melimpahkan kasih sayang untuk mereka berdua. aamiin..

2 thoughts on “Menjadi anak LDK itu..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s