Bandung on the street (part1)

IMG_0474

Hay pemirsah..
Hay para pecinta blog, apa kabar?😀

Sekian lama tidak menulis blog, membangun sebuah mood emang susah. saya adalah anak bertipe moody, apa pun selalu bergantung mood. Padahal sebenernya sebuah karya juga harus diasah agar semakin bagus, dan tidak serta merta kita selalu mengandalkan mood. Dan kini saya berusaha menata hati agar apapun yang dijalani bisa maksimal, bukan dari mood😀

Sudah 3 tahun saya tinggal di Bandung. Waktu yang cukup singkat menurutku, karena tidak hanya pelajaran akademik kampuslah yang kita hadapi, tapi sebuah pelajaran hidup yang harus kita asah. Teringat masa dulu, sebelum belajar disini banyak yang mencegahku untuk ke Bandung. Banyak sekali komentar miring tentang Bandung, namun tidak saya gubris. kenapa? semakin orang menjelekkan Bandung, maka semakin penasaran pulalah apa yang membuat Bandung sedemikian jelek dimata orang. Dan ternyata Bandung tidak sejelek yang orang bilang, sehingga semakin pulalah saya cinta pada kota kecil Bandung ini. Hidup di kota perantauan buatku mengerti arti hidup sebenarnya.

Kesibukan saya selama di Bandung membuat saya sering tidak sempat adventure terutama pada sisi lain Bandung ini. Padahal 3 tahun bukan waktu yang singkat untuk tinggal disini, maka saya harus berbuat sesuatu agar saya bisa menyelam sisi lain Bandung untuk bisa di ceritakan. Saya bosan dengan organisasi, saya bosan dengan rutinitas kesibukan kuliah, dsb. Akhirnya saya memutuskan untuk memprioritaskan kuliah, dan hobby. Sengaja saya mengundurkan diri dari organisasi-organisasi lainnya, dan saya menunggu jabatan di BM selesai agar tidak mengganggu hobby saya ini.

Sebelum menjelajah, saya telah bernekat menjelajah bandung menjadi traveller alone. Kenapa gak sama temen? kan asik? Maaf bukannya tidak mau, tapi karena saya udah biasa berkelana sendirian. Walaupun sebenernya sepi sih, tapi kita bisa ngorol dengan banyak orang, ketemu bermacam-macam karakter orang itulah yang saya sukai. Bersama mereka akan membuat kita lebih peka dengan keadaan sekitar. Kalau sama temen kita ketemu ya itu-itu aja, dan teman belum tentu akan peduli pada kita.

Menjelajah Bandung sendirian apalagi cewek emang butuh keberanian, harus waspada, serta menjaga diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Bekal dari bapak tentang beladiri cukup lumayan untuk selama berpetualang. Walau banyak yang melarang saya bepergian sendiri, toh saya tetap nekat. Saya emang cewek bonek alias cewek bondo nekat😀

Tujuan pertama saya petualang adalah ke alun-alun Bandung, kenapa harus alun-alun? Selain karena dekat dengan kantor pemerintahan, Alun-alun Bandung ini juga baru dipugar 2 bulan lalu. Jadi saya penasaran ingin menyaksikan secara langsung tentang wajah Alun-alun Bandung sekarang ini yang selama ini saya dengar dari kata orang. Sebelum kesana, saya sempat kesulitan cari tempat parkir. Ternyata parkirnya berada di basement bawah/ ruang bawah tanah. Sempet saya terbengong dimana lokasi parkir, karena arah jalanan bandung ini cuma satu arah jadi mata harus siaga dan jeli agar jalan tidak kebablasan. Kalau kebablasan maka semakin jauh jaraknya untuk kembali lagi ke alun-alun. Udah sering saya salah jalan, namun kesasar itu lebih baik karena akan semakin tahu jalanan kota Bandung yang kecil ini😀

ini dia alun-alun tampak dekat. cukup lapang untuk di duduki :D
ini dia alun-alun tampak dekat. cukup lapang untuk di duduki😀

Parkir disana untuk motor hanya 1.500/jam, sedang mobil 3000/jam. Sempat saja saya kebingungan mencari lokasi parkir motor yang bercampur baur dengan parkir mobil. Parkir lumayan luas menurutku, terhindar dari hujan dan panas. Kasihan motor saya udah sering kena panas dan hujan ditambah uda berumur hehe.

parkir basement tampak depan tapi saya parkirnya dari belakang
parkir basement tampak depan
tapi saya parkirnya dari belakang

Di dalam basement dibagi 2 sekat. Sekat di batas dengan tembok, sekat pertama untuk parkir kendaraan, dan kedua untuk para PKL berjualan. Siang itu jualannya kosong dan sepi, kemungkinan malam jualannya. Karena saya tiba di lokasi tepat jam 12 siang, cuaca cukup terik karena sebelumnya pagi hari saya harus mencuci baju sedekimian banyaknya sehingga terpaksa molor. Siang ini membuat saya tenang karena jemuran bisa kering dengan tepat waktu, mengingat cuaca Bandung sering tak menentu, kadang cerah kadang mendung hujan😀

Menaiki dari basement, baru diatasnya ada alun-alun. Ada beberapa orang berjualan, baik minuman, dan bola-bola mainan. Di sampingnya ada Masjid Raya Bandung, sisinya baru ada hamparan karpet rumput yang luas. Cukup lapang karena tidak ada PKL yang menganggu jalan, karena sudah disediakan tempatnya. Di sisi karpet ada beberapa café kecil semacam stand es krim yang digunakan untuk duduk-duduk atau menghindari panas. Diluar pinggir alun-alun ada beberapa kursi kayu, ada beberapa pohon yang rindang, cukup untuk bersantai menikmati ramainya kota. Ada beberapa bunga cantik untuk difoto hehe. Karena cuaca cukup terik jadi saya tidak kuat untuk berlama-lama di atas karpet, selama diatas karpet saya harus melepas alas kaki, otomatis kaki terasa kepanasan hehe.

Di alun-alun lumayan tertib, ada penjaga satpol PP untuk menjaga ketertiban warga kota. Banyak keceriaan disana, anak-anak sekolah bermain bola. Suasana disitu buatku kangen akan keluarga saya di rumah, dan memoriam masa kecil saat di taman kota saat bersama keluarga.

alun-alun tampak dalam
alun-alun tampak dalam
alun-alun tampak luar. ada beberapa bursi kayu berjejer dan beberapa pohon yang rindang menahan cuaca yang terik ini
alun-alun tampak luar. ada beberapa bursi kayu berjejer dan beberapa pohon yang rindang menahan cuaca yang terik ini

Selama di alun-alun, saya terkenang 2 tahun lalu saat mata kuliah gambar dasar untuk menggambar suasana di alun-alun. Dulu alun-alun itu masih belum ada hamparan karpet rumput, dan masih banyak PKL berkeliaran membuat sesak alun-alun dan hampir tidak ada celah untuk istirahat ataupun lewat. Alhamdulillah dengan kebijakan pak walikota baru ini, alun-alun bisa dipugar dan PKL di tertibkan. Saya jadi kagum dengan pak walikota yang sekarang, pak Emil. Beliau tidak hanya lulusan desain namun juga kreatif untuk menjadikan Bandung Juara. Benar-benar sebuah motivasi untuk saya agar lebih kreatif.

Memori dulu di alun-alun, saya terkenang dengan beberapa turis asal Korea yang menanyakan sebuah jalan Asia Afrika yang ternyata baru saya ketahui ada di sebelah alun-alun. Mereka menanyakan dengan menunjuk peta yang mereka bawa, karena kami bukan asli Bandung jadi kami tidak mengerti lokasi itu. Kepada guide,”maaf kami bukan asli Bandung ya..” tapi ternyata turisnya enjoy dan malah ngajak kami untuk berfoto sebagai kenang-kenangan. Hihii berasa jadi artis dadakan turis wkwk😀 kini saya jadi penasaran bagaimana tampang saya waktu itu?😀

Berjalan sendiri kadang membangkitkan kenangan masa lalu, hal yang tak mudah untuk kita lupakan. Saya bertemu dengan bapak yang sedang menggendong anaknya. Beliau menceritakan tentang pembaharuan di alun-alun ini, ternyata karpet memang didesain agar untuk menciptakan Bandung yang bersih. Oleh karena itu alas kaki harus dilepas, padahal cuaca itu sangat terik tapi orang-orang tak peduli pada cuaca yang penting enjoy!

ini dia anak yang kutemui dalam gendongan bapaknya. anaknya lincah dan lucu
ini dia anak yang kutemui dalam gendongan bapaknya. anaknya lincah dan lucu

nantikan cerita selanjutnya di part 2, uda capek nih nulis ulang gegara ga save.
Happy reading!😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s