I can hear

Mendengar kisah orang lain, menjadi inget kisah diri kita sendiri. Hidup kita memang berbeda dengan orang laen. Meski ada yang hampir sama tapi hidup gak akan pernah selalu sama, semuanya memiliki kisah tersendiri. Dan akupun juga begitu.

Sewaktu aku kecil, aku lahir prematur, udah gitu sungsang lagi. Sejak bayi aku di panggil orang tuaku selalu diam, gak pernah noleh satupun! Tapi kebalikan jika aku mendengar suara keras-keras aku malah berjoget ria. Orang tuaku bingung ada apa dengan sebenarnya denganku ini, akhirnya aku dibawa dokter. Kadang jawaban dokter kurang menyenangkan hatinya. Ada dokter bilang, aku bisa memakai alat bantu dengar jika usianya udah 12 tahun. Tentu saja orang tuaku gak mau percaya begitu saja, mereka berusaha melakukan apa saja untukku agar aku bisa mendengar!

Setelah mencari sana sini, akhirnya aku dibawa ke RSUD DR. SOETOMO, disana aku diajari oleh para ahli terapis, ya terapi yang berkaitan dengan mulut. Seperti meniup, atau apalah. Tujuannya suatu saat aku akan bisa berbicara. Setelah punya cukup uang untuk membeli alat bantu dengar, aku dipakaikan alat tersebut. Meskipun hati kecilku kadang berontak tak menerima semua ini. Aku udah memakai alat itu sejak berumur 2 tahun.

Sejak di terapis ini, ibuku selalu melatihku, dan gak pernah letih-letihnya agar aku bisa seperti anak normal lainnya. Di terapis gini, aku belajar berbicara walau sedikit-sedikit. Kalimat pertamaku adalah bentuk M, seperti mama, maem, mimik, dan sebagainya. Hingga menginjak usia pra sekolah, aku kemana-mana selalu ditemain ibu. Mengenalkan dunia padaku, betapa dunia itu luas!

Belajar berbicara dan membaca lucu banget. Awal berbicara, aku punya kosakata yang sangat sedikit, untuk menggabungkan kalimat susahnyaa. Sampai-sampai kalau mau manggil orang tuaku, ibuku awalnya pengin aku manggil dia ibu, tapi karena awalnya aku bisanya mama… dan huruf ‘i’ susah untuk dilafalkan akhirnya hingga sekarang aku manggil dia mama, hehe. Dan belajar baca dengan bentuk benda-benda lainnya, selalu di tempelkan. Misalnya gelas juga di tempelin tulisan ‘GELAS’ bahkan foto kedua orang tuaku sewaktu menikah pun di tempelkannya tulisan panggilan untuk orang tuaku seperti ‘MAMA DAN BAPAK’ hehe, lucu ya..

Memasuki usia pra sekolah, aku hampir di masukkan di SLB, tapi orang tuaku gak mau, percuma masuk SLB, ntar disana aku gak bakal bisa terlatih bicaraku. Akhirnya mereka sepakat untuk menyekolahkanku di sekolah umum seperti yang lainnya, sehingga aku jadi terlatih dan bisa berbicara lancar walau ada beberapa huruf yang susah di lafalkan, sepeti huruf Z.

Masa TK, aku ngulang dua kali, maksud ibuku, dia merasa takutnya aku belum siap masuk SD. Soalnya, takut susah untuk menjalaninya. Jadi aku TK uda 2 tahun, dan TK lagi tapi ‘nol besar’ hehe. Sebenarnya, awal masuk SD jelaslah ditemani, tapi setelah itu aku bisa mandiri. Walau aku harus duduknya di depan terus. Sampai bosen aku, karena fungsinya agar aku bisa mendengar lebih jelas. Tapi kalo dikte ya kadang kurang jelas, bahkan ada temenku gak mau kasih aku hasil dikte’annya. Dia ngerasa aku mau ganggu dia, mangkanya aku selama dapat teman sebangku banyak yang gak mau, bahkan sering gonta-ganti teman bangku. Sering cek-cok hehe, kayak orang pacaran ya?😀

Di sekolah beda dengan di TK, di sekolah selalu adaa aja rintangannya, mulai di ejek, atau apalah. Tapi aku males cerita ke orang tuaku. kasihan saja, mereka udah repot ngurusin aku, masa aku minta ngurusin temen-temenku. Dan aku selalu inget nasihat orang tuaku, “kalau ada yang gak dengar suruhlah temen-temenmu ngulang lagi, jangan pura-pura mendengar. Dan jika gak mau ngulang, biarlah temenmu dan selalu happy”. So, aku jarang mengingat masalahku di sekolah, di kelas, di tempat lainnya, aku selalu nangis sendirian. Karena merasa kesepian, aku sering cari teman di luar area sekolahku.

Masa SMP malah lebih banyak kenangannya ketimbang masa sekolahku yang laennya. Karena di masa SMP, mereka ngehargain aku apa adanya. So, temen-temen SMP ku banyak, beda dengan masa SD dan SMA. Ya ada sih temen SMA yang ngertiin aku, hargain aku, Cuma kadang juga bosen selalu sama dia terus, aku cari lagi. Aku berusaha tidak menutupi diri, atau aku berusaha untuk membuka diriku kepada dunia, maka mereka akan bisa ngerti aku. So, i’m not alone🙂

Aku selalu tersenyum walau memiliki kekurangan seperti ini, bahkan aku ingin dunia tahu bahwa tidak semua orang itu sempurna. It’s no body’s perfect!

Sekali lagi, aku ingin bertemu dengan komunitas yang sama sepertiku, tapi sayangnya yang aku temukan rata-rata usaianya bawahku yang kebanyakan seusia adikku, bahkan lebih banyak anak TK atau anak kecil lagi! Jadi aku rodok males kumpul beginian, percuma ntar aku juga bakal ketularan jadi anak kecil hwahahaa.

Semoga suatu saat aku bisa bertemu kalian, dunia! Ku tunjukkan aku bisa melakukan semua semampuku. Ku ingin bertemu kalian, untuk bertukar pengalaman. Komunitas yang sama sepertiku tapi seusiaku, ku ingin dengan adanya komunitas tersebut, bisa saling menguatkan satu sama lain. Dan menjadikan kita bisa mampu melebihi orang lain! Amiinn😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s